Ide Gelangin simpel: tiket konser atau acara kadang sudah dibeli, tapi pemiliknya ternyata nggak bisa datang. Sayang kalau hangus begitu saja, dan di sisi lain ada orang yang masih nyari tiketnya. Gelangin hadir sebagai tempat ketemunya dua pihak itu.
Karena ini proyek pribadi, semuanya saya pegang sendiri: dari menentukan alur jual-beli, mendesain tampilan, bikin frontend, menulis backend, sampai mengurus server. Hasilnya bisa saya atur sesuai kebutuhan tanpa harus kompromi di mana-mana.
Buat saya Gelangin juga jadi tempat latihan. Saya bisa nyoba keputusan teknis yang di proyek kantor biasanya sudah ditentukan, lalu lihat langsung akibatnya setelah dipakai orang.
Data disimpan di PostgreSQL supaya hubungan antara pengguna, tiket, dan transaksi tetap terjaga.
Pembayaran diserahkan ke payment gateway, lalu status transaksinya disinkronkan ke sistem dan diberitahukan lewat email.
Autentikasi memakai JWT di atas REST API, jadi frontend dan backend bisa berjalan terpisah dengan rapi.
Aplikasi dibungkus Docker dan dijalankan di VPS, sehingga rilis versi baru tidak bikin pusing.